HOME
ABOUT
INFORMASI PPDB
PROFILE
ALUMNI
GALLERY
CAREER
EVENT
ARTICLE
DOWNLOAD

PPDB 2020/2021


DAFTAR UNIT :









Komentar Terbaru :


IP Address : 35.168.112.145
Pengunjung : 375.256


Newsflash :
MEMPERTIMBANGKAN SITUASI PANDEMI COVID-19, PEMBERLAKUAN PSBB DKI JAKARTA, DAN DEMI KELANCARAN OPERASIONAL SEKOLAH MAKA YAYASAN TARAKANITA MEMUTUSKAN MELAKUKAN PENUNDAAN RELOKASI SD TARAKANITA 2 DAN SMP TARAKANITA 1 KE JL. PULO RAYA IV/17, DAN SMK TARAKANITA KE JL. WOLTER MONGINSIDI 118. RELOKASI AKAN DILAKUKAN 1 JANUARI 2021. UNTUK KBM SEMESTER I 2020-2021 AKAN TETAP DILAKSANAKAN DI LOKASI SEKOLAH SAAT INI.             |             BERDASARKAN KEPUTUSAN PENGURUS YAYASAN TARAKANITA No : 128/BP.keb/YT/IV/2020 :             |             1. PEMBELAJARAN JARAK JAUH ( PJJ ) PESERTA DIDIK, DIPERPANJANG SAMPAI DENGAN 30 APRIL 2020. MASUK SEKOLAH KEMBALI TANGGAL 4 MEI 2020, DENGAN CATATAN SITUASI DAN KONDISI SUDAH MEMUNGKINKAN.             |             2. KARYAWAN KANTOR PUSAT, KARYAWAN KANWIL DAN SEKOLAH TARAKANITA TANGERANG, SURABAYA, JAKARTA MELAKUKAN PEKERJAAN DARI RUMAH ( WORK FROM HOME ) SECARA PENUH TANGGAL 15 - 24 APRIL 2020, DAN MASUK KERJA DENGAN SISTEM SHIFTING DIMULAI PADA TANGGAL 27 APRIL 2020. KARYAWAN KANWIL DAN SEKOLAH DI BENGKULU, LAHAT, JAWA TENGAH, DAN YOGYAKARTA MULAI TANGGAL 15 APRIL 2020 MASUK KERJA DENGAN SISTEM SHIFTING ( BERGANTIAN ). TERIMA KASIH             |             BERDASARKAN KEPUTUSAN PENGURUS YAYASAN TARAKANITA NO : 123/BP.skpjj/YT/III/2020 :             |             1. PEMBELAJARAN JARAK JAUH (PPJ) / DARING UNTUK PESERTA DIDIK DAN WORK FROM HOME PENUH (UNTUK WILAYAH JAKARTA, TANGERANG, YOGYAKARTA, SURABAYA, DAN JAWA TENGAH) MAUPUN SHIFTING ( UNTUK WILAYAH BENGKULU DAN LAHAT) UNTUK KARYAWAN, DIPERPANJANG SAMPAI DENGAN 3 APRIL 2020             |             2. TANGGAL 6 S.D 14 APRIL 2020 LIBUR PASKAH UNTUK SELURUH SISWA DAN KARYAWAN             |             3. TANGGAL 15 APRIL 2020 DIRENCANAKAN MASUK KERJA DAN SEKOLAH SEPERTI BIASA, DENGAN MELIHAT SITUASI DAN KONDISI, YANG AKAN DIPUTUSKAN PENGURUS YAYASAN TARAKANITA KEMUDIAN. TERIMA KASIH             |             * UNTUK SEMENTARA BERLAKU DI TARAKANITA WILAYAH JAKARTA & TANGERANG, UNTUK WILAYAH LAIN BERLAKU SHIFTING / KARYAWAN BERGANTIAN WORK FROM HOME.             |             SEHUBUNGAN DENGAN UPAYA PENCEGAHAN PENYEBARAN COVID-19 MAKA OPERASIONAL DI KANTOR PUSAT - KANTOR WILAYAH - SEKOLAH TARAKANITA, DITIADAKAN MULAI TANGGAL 20 MARET S/D 29 MARET 2020. SELANJUTNYA PROSES BELAJAR MENGAJAR DILAKUKAN JARAK JAUH DAN LAYANAN OPERASIONAL DENGAN WORK FROM HOME. TERIMA KASIH

Artikel :



PERAN KELUARGA DALAM PEMBENTUKAN PERILAKU ANAK


Rabu; 16 August 2017 [Tim kehumasan, SD TARAKANITA SOLO BARU] - Artikel Umum

Berbeda dari makluk lainnya, ketika dilahirkan,manusia baru (newbon baby) merupakan makluk tak berdaya dan sangat tergantung (dependence) pada ibunya. Menurut Neuman (1990) hubungan ibu - anak sudah dimulai sejak dalam kandungan, pada masa uroboric dimana terjadi kesatuan antara diri (the self), ego dan kebenaran (ruh Tuhan, the light). Pada masa ini hingga individu berusia 20-22 bulan merupakan masa penting hubungan ibu-anak dan pembentukan diri individu, yang disebut primal relationship.

       Dalam pandangan ahli social learning, apa yang dilakukan ibu terhadap anaknya merupakan proses yang akan diadopsi anak melalui proses social modeling. Ada hubungan kausalitas antar anak dan ibu dalam proses pembimbingan, pendampingan dan pengasuhan dalam pembentukan karakter anak. Cara ibu mengasuh dengan  kelembutan dan kasih sayang ataukah dengan kasar dan amarah serta penolakan,  akan membentuk perilaku manusia muda. Anak berperilaku baik atau buruk didasarkan atas cara pengasuhan ibunya. Anak-anak yang diasuh dengan cara diterima (acceptance) akan menjadi anak yang tumbuh dan berkembang lebih baik dibandingkan anak yang diasuh dengan cara ditolak (rejection). Anak-anak yang diasuh dengan kekerasan juga belajar kekerasan pertama kali dari ibunya, sehingga ia tumbuh menjadi anak yang menolak (anti-social) dan diikuti perilaku destruktif.

       Sebaliknya anak-anak yang diasuh dengan kasih sayang akan memiliki ikatan yang kuat dengan ibunya (emosional bonding) dan cenderung menjadi anak yang patuh (obedience) dibandingkan anak yang lemah ikatan emosionalnya.Keharmonisan dalam keluarga menurut para environmentalism juga berkontribusi terhadap perilaku anak.  Anak-anak  yang    melakukan  kenakalan dan pelanggaran hukum serta norma biasanya adalah anak-anak yang berasal dari keluarga yang tidak harmonis, orang tua tunggal atau orang tua yang menikah kembali. Anak-anak yang dibesarkan dari keluarga seperti itu memiliki pengalaman pahit dalam masa kecilnya,. Anak-anak ini belajar kekerasan dari orang tuanya dan tumbuh menjadi manusia yang keras dan susah dikendalikan.

        Sekolah merupakan salah satu sarana dalam membantu anak-anak mengembangkan akal budi, perasaan, hati nurani, kehidupan sosial dan kerohanian. Namun kembali lagi bahwa   keluarga tetap berperan penting di samping sekolah dalam memberikan pengetahuan tentang nilai baik dan nilai buruk kepada anak-anak. Dan keluargalah wadah di mana anak-anak dapat menerapkan nilai-nilai yang diajarkan di sekolah tersebut.







Komentar - komentar untuk artikel ini :
Belum ada komentar pada artikel ini..


Silahkan isi komentar pada form di bawah ini.
Nama :
Alamat Email :
Komentar :

Tuliskan Kode berikut :



Artikel Lainnya :