HOME
ABOUT
INFORMASI PPDB
PROFILE
ALUMNI
GALLERY
CAREER
EVENT
ARTICLE
DOWNLOAD

PPDB 2020/2021


DAFTAR UNIT :









Komentar Terbaru :


IP Address : 3.227.252.191
Pengunjung : 346.968


Newsflash :
PROFICIAT KEPADA SD TARAKANITA 3 JAKARTA ATAS PRESTASINYA MERAIH PIAGAM BINTANG SATU KEAMANAN PANGAN UNTUK KANTIN SEKOLAH DARI BADAN POM REPUBLIK INDONESIA             |             PROFICIAT KEPADA SD DAN SMP SINT CAROLOS BENGKULU ATAS PRESTASINYA MERAIH PIAGAM BINTANG SATU KEAMANAN PANGAN UNTUK KANTIN SEKOLAH DARI BADAN POM REPUBLIK INDONESIA             |             PROFICIAT ATAS TERSELENGGARANYA KONFERENSI NASIONAL GURU SMP, SMA, SMK PENGAMPU UJUAN NASIONAL YG DISELENGGARAKAN DI TDC 2 SURABAYA, 26-28 NOVEMBER 2019             |                         |             PROFICIAT KEPADA SD DAN SMP SINT CAROLOS BENGKULU, MERAIH PIAGAM BINTANG SATU KEAMANAN PANGAN UNTUK KANTIN SEKOLAH DARI BADAN POM REPUBLIK INDONESIA.             |                         |             PROFICIAT KEPADA TARAKANITA WILAYAH TANGERANG YANG TELAH MERAIH JUARA UMUM DALAM OSTARNAS IV DI YOGYAKARTA 13-15 NOVEMBER 2019.             |                         |             PROFICIAT KPD SMA TARAKANITA 2 JKT YG TELAH MERAIH JUARA 1 LOMBA FILM PENDEK, JUARA 1 LOMBA DESAIN POSTER TINGKAT KOTA JAKARTA UTARA (AGUSTUS 2019)             |            

Artikel :



Pentingnya Memandang dengan Mata Hati


Minggu; 27 October 2019 [Tim kehumasan, SD TARAKANITA SOLO BARU] - Artikel Umum

Sungguh kita sadari, masih banyak persoalan di dunia pendidikan yang belum selesai hingga saat ini. Baik itu persoalan manajemen sekolah, asesesmen pembelajaran, kurikulum, profesionalitas guru,   dan kebijakan-kebijakan yang hanya diarahkan pada persoalan teknis . Menghadapi tantangan zaman yang semakin rumit , kita semua yang terlibat dalam pendidikan untuk mampu menempatkan dan memecahkan persoalan pendidikan secara mendasar serta memandang  setiap persoalan pendidikan yang dihadapi dengan mata hati karena dasar filosofi pendidikan adalah cinta dan hati sebagai spirit mendidik.

Guru sebagai ujung tombak pendidikan, bukan hanya berperan untuk menstransfer knowledge, tetapi lebih menawarkan values yaitu bukan hanya sekedar mengajar tetapi lebih berperan untuk mendidik, mengasah kebajikan , menjadikan peserta didik semakin menemukan dirinya sebagai manusia, mengembangkan seluruh aspek dan kebutuhan anak dalam tugas perkembangannya.  Dan tugas utama guru sebagai pendidik adalah mewartkan cinta . Untuk dapat melakukan semua itu , yang bisa dilakukan pertama kali adalah memurnikan cinta yaitu dengan memurnikan motivasi dan panggilan mendidik.  Setelah itu guru dapat menyinarkan cinta dengan mendidik dan mendampingi peserta didik. Dengan berbagai macam cara guru membagikan cinta dengan menyatukan seluruh kadar dan ekspresi cinta itu untuk mempersembahkan diri dan hatinya sebagai wujud tanggung jawab, profesionalitas dan kecintaan guru terhadap panggilan keguruannya dan sebagai pendidik bisa membuat kesatuan hati dan budi. Untuk bisa mewujudkan itu semua , guru  dituntut memiliki karakter yang baik dalam profesionalitasnya.

Semangat yang mendasari  bahwa pendidikan bukan semata-mata mentransfer pengetahuan dan  bukan hanya mata pelajaran dengan bahan yang menggunung. Sekolah adalah lembaga formatio jiwa, akhlak, moral dan karakter peserta didik.  Guru bukanlah sesorang  yang bertugas memindahkan pengetahuannya ke dalam otak peserta didik namun  perjumpaan guru dengan peserta didik di sekolah adalah proses yang mengedapankan “ pengalaman belajar ”  peserta didik.

Pengalaman belajar akan mudah diperoleh peserta didik melalui kegiatan refleksi karena refleksi sebagai proses untuk memperjelas motivasi, menyadari alasan  yang mendasari suatu keputusan, mencermati dorongan suatu tindakan, menimbang-nimbang pilihan dan mencermati kembali peristiwa yang dialami. Guru mengajak peserta didik membuat refleksi untuk melihat dan mencermati kembali peristiwa yang dialami. Menangkap makna yang lebih dalam dari suatu pengalaman, berkaitan dengan masa lampau – pengalaman yang sudah lewat, dan mengarahkan ke masa depan, yang akan membentuk sikap, pola pikir dan perilaku baru untuk bekal di masa depan. Maka pendidikan karakter akan mudah terbentuk apabila peserta didik sejak kecil sudah diajak melakukan refleksi.

Sebagai guru atau sebagai pemerhati pendidikan, hendanya kita melihat ke dalam diri kita, apa yang masih bisa kita upayakan untuk meningkatkan  kualitas pelayanan kita, memperluas ruang hati kita agar kita bisa memberi per-HATI-an pada anak-anak yang Tuhan percayakan kepada kita.

         Elisabeth Sri Maryati 

 

 

 







Komentar - komentar untuk artikel ini :
Belum ada komentar pada artikel ini..


Silahkan isi komentar pada form di bawah ini.
Nama :
Alamat Email :
Komentar :

Tuliskan Kode berikut :



Artikel Lainnya :